Minggu, 24 Februari 2013
"Adzkia Abon"
Adzkia Abon adalah abon terbaru yang dibuat secara tradisional (Home Made),
terbuat dari Daging Sapi, Gula Jawa, Garam, Bawang, Ketumbar, dan bahan2 lain yang terjamin kualitas nya. Diolah dengan racikan tepat dan pas yang menjadikannya memiliki cita rasa yang berbeda dengan abon abon lain yang ada di pasaran.
Abon ini sangat nikmat di makan dengan sepiring nasi hangat dan minum teh manis,
apalagi jika dilengkapi dengan sayur tumis, pasti mantap.
Adzkia Abon di jual dengan harga Rp. 38.000,00 Per 250 gram, dan melayani pembelian partai kecil, ataupun besar.
Jika berminat, silakan menghubungi saya di nomor 085643880022 atau email di wibowo86@gmail.com
secepatnya insyaAlloh respon akan saya berikan..
sampai saat ini Adzkia Abon mendapat respon positif dari pembeli2 setianya.
Abon ini mendapat respon yang positif dari setiap pembeli, kadang ada pembeli yang memesan langsung sampai 2 atau 4 bungkus,
Pembeli Abon ini juga berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Cirebon dan juga dari Jakarta dan Tangerang,
Peluang usaha untuk menjadi reseller juga terbuka lebar, karena jika di jual dengan harga 45 ribu rupiah di pengecer, abon ini juga sangat laku, karena rasa dan kualitasnya yang terjamin.
sekian terimakasih....
Senin, 07 Januari 2013
Propolis
Jual Propolis harga damai rp 350.000
kalo beli banyak bisa di nego tipis,,
,, silakan telp ke 085643880022
Sabtu, 03 Maret 2012
Ingin Menjadi Pengusaha (harapan)
Iya, saya ingin menjadi pengusaha yang kaya raya, matrealistis memang, saya ingin jadi orang kaya, bisa membeli apapun yang saya mau, liburan ke tempat-tempat terindah di dunia, dan memiliki rumah mewah beserta segala isinya, ya saya ingin seperti itu. Status saya memang abdi negara, tapi tak terbesit sedikit pun mencari peluang-peluang atau kesempatan mengambil keuntungan dari posisi saya sebagai abdi negara, korupsi kata kasarnya, tidak, insyaAlloh tidak akan.
Yang saya bayangkan adalah saya akan menjadi seorang pengusaha atau seorang interpreneur sejati yang memiliki banyak usaha dan sukses mengembangkan bisnis-bisnis saya. Dimulai dari menjual makanan mungkin, setidaknya saya termasuk penggemar makanan, apapun saya coba, sepanjang halal dan harganya masuk dalam kemampuan bayar saya, :)
Setelah itu saya akan mengembangkan bisnis kuliner ini ke cabang2 lain dengan jumlah sampai 100 cabang di seluruh pulau Jawa, makanan yang akan saya jual adalah Sroto Khas Purbalingga, ya itu yang terbayang di pikiran saya, trus Gado-gado khas Purbalingga juga, dua makanan itu adalah masakan terbaik ibu saya, rasanya khas dan sangat nikmat, hehehe jadi dua makanan itu yang akan saya jual sebagai ciri khas bisnis kuliner saya.
Setelah berhasil mengembangkan bisnis kuliner ini, saya akan membuka butik dan salon kecantikan muslimah, ini keinginan saya untuk membahagiakan istri saya, kalo yang pertama tadi untuk membahagiakan ibu saya, tempat ini akan saya beri nama Butik and Dyah Skin Care, penginnya si buka di dekat rumah, biar istri saya bisa bekerja di dekat rumah, jadi bisa sekaligus menjadi ibu RT yang selalu di rumah, :) hehehe walaupun saat ini istri juga sibuk dengan bekerja di luar rumah, tapi suatu saat saya ingin memboyong istri agar bekerja di rumah, merawat diri dan anak-anak. Impian.
Selain itu, saya akan membuat kontrakan-kontrakan yang banyak di beberapa lokasi di Jakarta, dengan penghasilan dari usaha-usaha di atas saya yakin akan bisa sedikitnya membangun 20 lokasi kontrakan, dengan masing-masing minimal 10 rumah. Cukuplah dengan model tiga petakan, Alhamdulillah.
Keuntungan dari semua usaha saya tersebut tentu akan saya potong zakatnya perbulan, dan akan saya salurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan, saya ingin kaya karena ingin memiliki kemampuan sedekah yang besar, saya ingin membantu saudara-saudara saya dan juga membantu para anak yatim dan anak terlantar agar bisa hidup dengan layak dan memberdayakan masyarakat di sekitar saya, terutama saudara-saudara saya agar mereka bisa mandiri dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan Negara. Amiin.
Untuk saat ini, terbersit dalam benak saya untuk memulai bisnis online terlebih dahulu, karena dari pukul 08.30 WIB sampai 17.00 WIB waktu saya di tempat kerja saya, tapi jujur tak selama itu sebenarnya waktu yang saya butuhkan untuk bekerja, dengan kerja yang sungguh-sungguh sampai pukul 14.00 WIB sebenarnya pekerjaan saya sudah bisa kelar, dan sisanya saya gunakan untuk mencari info-info baik di internet atau media lainnya, jadi untuk pengembangan diri istilahnya.
Ada baiknya waktu tersebut saya gunakan untuk memulai bisnis online, sepanjang tidak mengganggu kinerja saya, saya yakin itu tidak masalah, dan suatu saat nanti saya akan keluar dari pekerjaan rutin ini dengan menjadi seorang entrepreneur, inysaAlloh.
Kebetulan saya sedang tertarik dengan system bisnis DropShip, bisnis tanpa modal dengan mekanisme seperti makelar penjualan, dan saya akan mencobanya. InsyaAloh berhasil, saya yakin itu. Oke deh,bagi temen2 yang ingin memulai usaha ayo mulailah dari sekarang, mumpungmasih muda,masih banyak waktu untuk belajar. Kegagalan adalah guru bagi kita untuk belajar, tapi sebaiknya belajar pelan2 agar ilmu yang kita dapat bisa makin terserap, dan juga tidak serakah, karena orang serakah biasanya terburu-buru dalam melakukan sesuatu, ingin segera sukses tapi secara instan. Oke bro, sist, jadi interpreneur yukk,, salam hangat penuh cinta dari saya, Yogi.
:) :)
Yang saya bayangkan adalah saya akan menjadi seorang pengusaha atau seorang interpreneur sejati yang memiliki banyak usaha dan sukses mengembangkan bisnis-bisnis saya. Dimulai dari menjual makanan mungkin, setidaknya saya termasuk penggemar makanan, apapun saya coba, sepanjang halal dan harganya masuk dalam kemampuan bayar saya, :)
Setelah itu saya akan mengembangkan bisnis kuliner ini ke cabang2 lain dengan jumlah sampai 100 cabang di seluruh pulau Jawa, makanan yang akan saya jual adalah Sroto Khas Purbalingga, ya itu yang terbayang di pikiran saya, trus Gado-gado khas Purbalingga juga, dua makanan itu adalah masakan terbaik ibu saya, rasanya khas dan sangat nikmat, hehehe jadi dua makanan itu yang akan saya jual sebagai ciri khas bisnis kuliner saya.
Setelah berhasil mengembangkan bisnis kuliner ini, saya akan membuka butik dan salon kecantikan muslimah, ini keinginan saya untuk membahagiakan istri saya, kalo yang pertama tadi untuk membahagiakan ibu saya, tempat ini akan saya beri nama Butik and Dyah Skin Care, penginnya si buka di dekat rumah, biar istri saya bisa bekerja di dekat rumah, jadi bisa sekaligus menjadi ibu RT yang selalu di rumah, :) hehehe walaupun saat ini istri juga sibuk dengan bekerja di luar rumah, tapi suatu saat saya ingin memboyong istri agar bekerja di rumah, merawat diri dan anak-anak. Impian.
Selain itu, saya akan membuat kontrakan-kontrakan yang banyak di beberapa lokasi di Jakarta, dengan penghasilan dari usaha-usaha di atas saya yakin akan bisa sedikitnya membangun 20 lokasi kontrakan, dengan masing-masing minimal 10 rumah. Cukuplah dengan model tiga petakan, Alhamdulillah.
Keuntungan dari semua usaha saya tersebut tentu akan saya potong zakatnya perbulan, dan akan saya salurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan, saya ingin kaya karena ingin memiliki kemampuan sedekah yang besar, saya ingin membantu saudara-saudara saya dan juga membantu para anak yatim dan anak terlantar agar bisa hidup dengan layak dan memberdayakan masyarakat di sekitar saya, terutama saudara-saudara saya agar mereka bisa mandiri dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan Negara. Amiin.
Untuk saat ini, terbersit dalam benak saya untuk memulai bisnis online terlebih dahulu, karena dari pukul 08.30 WIB sampai 17.00 WIB waktu saya di tempat kerja saya, tapi jujur tak selama itu sebenarnya waktu yang saya butuhkan untuk bekerja, dengan kerja yang sungguh-sungguh sampai pukul 14.00 WIB sebenarnya pekerjaan saya sudah bisa kelar, dan sisanya saya gunakan untuk mencari info-info baik di internet atau media lainnya, jadi untuk pengembangan diri istilahnya.
Ada baiknya waktu tersebut saya gunakan untuk memulai bisnis online, sepanjang tidak mengganggu kinerja saya, saya yakin itu tidak masalah, dan suatu saat nanti saya akan keluar dari pekerjaan rutin ini dengan menjadi seorang entrepreneur, inysaAlloh.
Kebetulan saya sedang tertarik dengan system bisnis DropShip, bisnis tanpa modal dengan mekanisme seperti makelar penjualan, dan saya akan mencobanya. InsyaAloh berhasil, saya yakin itu. Oke deh,bagi temen2 yang ingin memulai usaha ayo mulailah dari sekarang, mumpungmasih muda,masih banyak waktu untuk belajar. Kegagalan adalah guru bagi kita untuk belajar, tapi sebaiknya belajar pelan2 agar ilmu yang kita dapat bisa makin terserap, dan juga tidak serakah, karena orang serakah biasanya terburu-buru dalam melakukan sesuatu, ingin segera sukses tapi secara instan. Oke bro, sist, jadi interpreneur yukk,, salam hangat penuh cinta dari saya, Yogi.
:) :)
Selasa, 19 Januari 2010
Drama Kehidupan,,,
Alhamdulillah,
aku bersyukur atas semua yang terjadi pada diriku,,
kebahagianku tak terbeli oleh rupiah2 ataupun dolar2 yang bermilyar milyar,
kebahagiaanku adalah kebahagiaan yang berasal dari hati dan akan mengena kehati lain,
berantai ke sana kemari menebar kebahagiaan kepada siapa saja yang kutemui,
menerawang jauh dalam ruang dan waktu hingga aku temui diriku kala masih membujang, dua tahun yang lalu,
saat aku datang ke jakarta, berbekal tas koper bagus yang kubeli semasa magang di jogja, aku melangkah ke kota terbesar di indonesia, untuk menatap masa depan dan kantor penempatan untuk yang pertama.
ah jakarta, aku gak suka jakarta, begitu pikirku,
dalam hiruk pikuk jakarta yang semakin menggila, aku terhanyut dalam cara2 dan gerak orang jakarta dalam bersikap,
acuh, cuek, egpjlkm (emang gue pikirin jelek loe kayak monyet), loe2 gue2, dsb dsb,
ah jakarta,
dimana banyak pengemis yang mengemis, tapi mereka mengemis malah seperti bukan pengemis,
tidak seperti pengemis yang ku temu di kampung halaman dulu, yang mengemis benar2 mengemis,
ah jakarta,,
dalam saat2 membujang itu, hidupku monoton,
berputar dalam lingkarang keseharian, menatap mata hanya untuk hari esok, bukan hari2 yang akan datang,
mencari makan, mencucui baju, jalan2, bermain, joging, kerja, ke kos, seperti itu terus,,,
bosan aku,
hidup kok begini amat,
ah jakarta,
tiap bulan selalu ku mudik kekampung halaman,
mencari ketenangan di tanah asal kelahiran ku,
dan ku dapat,
hanya sesaat,, setelah berangkat ke jaakrta,,,
ku berputar2 pada hal2 yang itu2 lagi,,,
hidup membujang membuatku jengah,,,
atau karena aku mudah jengah ya???
lama ku termenung saat itu,
mencari jati diri, merasa diri seperti setengah jiwa,,,
wah,, kok bisa,,
padahal aku utuh, aku uth sepenuh jiwa dan raga,,
tapi ada rasa y ang tak pernah ku bisa penuhi dengan hanya hidup sendiri,
candaan teman2 mulai membosan,,,
bukan karena isinya,,
tapi aku merasa tak bisa bahagia dengan candaan2 itu lagi,,,
ada apa ini,,,
aku gusar ,,,
aku resah,,,
aku mumet,,
lalu,,,
alhamdulillah,,
berselang dengan kemumetan2 itu,,
aku bangkit,,,
bangkit mencari sesuatu yang harus kucari dan harus segra kutemukan,,
ternyata,,
ada ruang di hati ku yang kosong,,,
yang masih belum tersentuh oleh sesuatu yang entah itu apa,,,,
lama aku mencari ,,,
dan setelah kutemukan itu,,,
aku makin menggelora untuk mendapatkannya,,,
mendapatkan kebagiaan yang bisa mengalahkan rasa kebosanan dalam kehidupan ku yang sendiri ini,,,
dan setelah ku yakin, ku mantapkan hati,,,
lalu,,,
aku melangkah,,,
melangkah kekehidupan baru,,,
bersama yang penghuni hati yang selama ini aku cari,,,,
hidup bersama dia,
menjadi hidupku semakin hidup,,
hidup bersama dia,
membuat jiwaku semakin segar,,
dan aku pun bersyukur,,,
kepada yang menemukan diriku dengan ciptaanNya yang di gariskan untuku ku,,,
hanya kepada Mu lah aku berharap, dan hanya kepada Mu lah ku mohon pertolongan....
aku bersyukur atas semua yang terjadi pada diriku,,
kebahagianku tak terbeli oleh rupiah2 ataupun dolar2 yang bermilyar milyar,
kebahagiaanku adalah kebahagiaan yang berasal dari hati dan akan mengena kehati lain,
berantai ke sana kemari menebar kebahagiaan kepada siapa saja yang kutemui,
menerawang jauh dalam ruang dan waktu hingga aku temui diriku kala masih membujang, dua tahun yang lalu,
saat aku datang ke jakarta, berbekal tas koper bagus yang kubeli semasa magang di jogja, aku melangkah ke kota terbesar di indonesia, untuk menatap masa depan dan kantor penempatan untuk yang pertama.
ah jakarta, aku gak suka jakarta, begitu pikirku,
dalam hiruk pikuk jakarta yang semakin menggila, aku terhanyut dalam cara2 dan gerak orang jakarta dalam bersikap,
acuh, cuek, egpjlkm (emang gue pikirin jelek loe kayak monyet), loe2 gue2, dsb dsb,
ah jakarta,
dimana banyak pengemis yang mengemis, tapi mereka mengemis malah seperti bukan pengemis,
tidak seperti pengemis yang ku temu di kampung halaman dulu, yang mengemis benar2 mengemis,
ah jakarta,,
dalam saat2 membujang itu, hidupku monoton,
berputar dalam lingkarang keseharian, menatap mata hanya untuk hari esok, bukan hari2 yang akan datang,
mencari makan, mencucui baju, jalan2, bermain, joging, kerja, ke kos, seperti itu terus,,,
bosan aku,
hidup kok begini amat,
ah jakarta,
tiap bulan selalu ku mudik kekampung halaman,
mencari ketenangan di tanah asal kelahiran ku,
dan ku dapat,
hanya sesaat,, setelah berangkat ke jaakrta,,,
ku berputar2 pada hal2 yang itu2 lagi,,,
hidup membujang membuatku jengah,,,
atau karena aku mudah jengah ya???
lama ku termenung saat itu,
mencari jati diri, merasa diri seperti setengah jiwa,,,
wah,, kok bisa,,
padahal aku utuh, aku uth sepenuh jiwa dan raga,,
tapi ada rasa y ang tak pernah ku bisa penuhi dengan hanya hidup sendiri,
candaan teman2 mulai membosan,,,
bukan karena isinya,,
tapi aku merasa tak bisa bahagia dengan candaan2 itu lagi,,,
ada apa ini,,,
aku gusar ,,,
aku resah,,,
aku mumet,,
lalu,,,
alhamdulillah,,
berselang dengan kemumetan2 itu,,
aku bangkit,,,
bangkit mencari sesuatu yang harus kucari dan harus segra kutemukan,,
ternyata,,
ada ruang di hati ku yang kosong,,,
yang masih belum tersentuh oleh sesuatu yang entah itu apa,,,,
lama aku mencari ,,,
dan setelah kutemukan itu,,,
aku makin menggelora untuk mendapatkannya,,,
mendapatkan kebagiaan yang bisa mengalahkan rasa kebosanan dalam kehidupan ku yang sendiri ini,,,
dan setelah ku yakin, ku mantapkan hati,,,
lalu,,,
aku melangkah,,,
melangkah kekehidupan baru,,,
bersama yang penghuni hati yang selama ini aku cari,,,,
hidup bersama dia,
menjadi hidupku semakin hidup,,
hidup bersama dia,
membuat jiwaku semakin segar,,
dan aku pun bersyukur,,,
kepada yang menemukan diriku dengan ciptaanNya yang di gariskan untuku ku,,,
hanya kepada Mu lah aku berharap, dan hanya kepada Mu lah ku mohon pertolongan....
Rabu, 20 Mei 2009
cinta sederhana
Cinta yang sederhana.
kata kata itu akhir2 ini sering kali aku baca dan ku lihat,
belum paham benar aku akan kata itu, tapi sedikit nya aku mulai mengerti apa makna dari cinta sederhana ini,
bukan, bukan cinta yang murahan atau cinta yang gampangan, cinta sederhana menurut benakku adalah cinta agung yang kita hadirkan dengan cara2 yang mudah dan sederhana,
dengan cara2 yang semua orang bisa melakukannya,
hanya ketulusan dan keikhlasan pelaku cinta itu lah yang bisa merasakan indahya cinta agung yang di balut dengan sebuah kesederhanaan,
cinta seyogyanya adalah anugerah yang telah di berikan dari Yang Maha Agung kepada hamba2Nya yang mengharapkan kebahagiaan, dengan cinta yang suci, kita dapat melalui
kehidupan ini dengan lebih yakin dan mantap.
bersyukur aku telah merasakan indahnya sebuah cinta,
dan cinta yang sederhana, senantiasa aku coba hadirkan dalam sebuah biduk kecil yang akan aku gunakan untuk melalui indahnya lautan kehidupan ini,
cinta sederhana dapat kita hadirkan dimana saja dan kapan saja,
misal ketika istri sedang memasak, dengan penuh perhatian ku pandang, lalu aku bilang,
mau mas bantuin dek??
lalu ketika istriku sedang menonton berita di TV ku duduk desebelahnya dan mengobrol dengan penuh cinta,
ketika istri hendak ke pasar, kutawari untuk menemani dan belanja bersama,
mencuci baju bersama,
ya saat2 itu aku merasa ada cinta di ntara kami,
dan cinta tidak harus mahal,
cinta sederhana adalah cinta mahal yang di raih dengan cara2 yang sederhana,
istriku,
ijinkan diriku mencintaimu dengan cara2 yang sederhana,,,
kata kata itu akhir2 ini sering kali aku baca dan ku lihat,
belum paham benar aku akan kata itu, tapi sedikit nya aku mulai mengerti apa makna dari cinta sederhana ini,
bukan, bukan cinta yang murahan atau cinta yang gampangan, cinta sederhana menurut benakku adalah cinta agung yang kita hadirkan dengan cara2 yang mudah dan sederhana,
dengan cara2 yang semua orang bisa melakukannya,
hanya ketulusan dan keikhlasan pelaku cinta itu lah yang bisa merasakan indahya cinta agung yang di balut dengan sebuah kesederhanaan,
cinta seyogyanya adalah anugerah yang telah di berikan dari Yang Maha Agung kepada hamba2Nya yang mengharapkan kebahagiaan, dengan cinta yang suci, kita dapat melalui
kehidupan ini dengan lebih yakin dan mantap.
bersyukur aku telah merasakan indahnya sebuah cinta,
dan cinta yang sederhana, senantiasa aku coba hadirkan dalam sebuah biduk kecil yang akan aku gunakan untuk melalui indahnya lautan kehidupan ini,
cinta sederhana dapat kita hadirkan dimana saja dan kapan saja,
misal ketika istri sedang memasak, dengan penuh perhatian ku pandang, lalu aku bilang,
mau mas bantuin dek??
lalu ketika istriku sedang menonton berita di TV ku duduk desebelahnya dan mengobrol dengan penuh cinta,
ketika istri hendak ke pasar, kutawari untuk menemani dan belanja bersama,
mencuci baju bersama,
ya saat2 itu aku merasa ada cinta di ntara kami,
dan cinta tidak harus mahal,
cinta sederhana adalah cinta mahal yang di raih dengan cara2 yang sederhana,
istriku,
ijinkan diriku mencintaimu dengan cara2 yang sederhana,,,
Rabu, 22 April 2009
surat untuk sang kekasih
Perasaan memiliki seorang kekasih adalah perasaan indah yang telah lama aku nantikan,
di kala hati bersedih, memandangnya tersenyum menjadikan kesedihan itu berubah menjadi bahagia,
oh sungguh, beruntung benar diriku ini,
memiliki seorang kekasih dengan cara2 yang di anjurkan agamaku,
dengan cara2 yang baik dan tidak menyakiti orang lain,
bersanding dengan kekasih di pelaminan adalah saat2 indah yang akan ku kenang,
perhatiannya yang tulus dan menyenangkan, membuat hidupku semakin tertata,
melihat kedepan menjadi lebih jelas dan membuat tujuan menjadi terarah,
bahagianya hatiku,
kadang perbedaan memang muncul dan ada,
tapi kesabaran dan kebijakan sebagai seorang suami sesungguhnya di uji,
ingin marah bisa saja, mau teriak juga bisa,
tapi hatiku memilih diam,
berpikir dengan tenang untuk menuntun sang tulang rusuk menjadi lurus dengan cara2 yang halus,
dia akan patah jika aku paksakan, dia pun akan bengkok jika ku biarkan,
pandangannya sangat dalam dan menyejukan,
sentuhannya hangat dan membahagiakan,
oh kekasihku,
dirimu bagaikan bidadari yang di persembahkan untuk mendampingiku,,
bahagianya aku,,
hidup dirumah kontrakan, dengan ukuran kecil pun engkau tak keberatan,
padahal rumah mu yang dulu lebih besar dan bagus,
bersama - sama kita berjuang untuk mencari rumah baru, bersama2 kita mendaki untuk mencapai puncak kehidupan,
terjal memang,
banyak juga jurang,
tapi aku yakin, kebersamaan kita adalah untuk mengharap ridho dari-Nya,
kita pasti bisa wahai kekasihku,
kita pasti bisa,
bissmillah,,,
tiap pagi kau bangunkan diriku untuk bersimpuh di hadapan-Nya,
berdoa berjamaah dalam saf2 yang telah tertata,
terimakasih wahai kekasih,
adanya dirimu membuatku semakin bahagia,
maafkan jika egoku kadang muncul,
memaksakan kepadamu apa yang tak ingin kau lakukan,
kamu yang kadang membantah membuatku berlatih semakin sabar,
diam,
saat ini itulah yang aku lakukan,
aku tak ingin menyakiti mu wahai bidadari yang cantik,
diam bukan berarti aku diam,
diam adalah pilihan ku untuk meluruskan dirimu,
diamku adalah tindakan ku.
dan syukurlah hatimu tak beku, diamku pun bisa meluluhkan dirimu dengan sebuah kata maaf,
kata maaf yang membuat mas mu ini semakin tersenyum,
bidadariku,
terimakasih telah membuat ku bahagia,
mas mu yang biasa ini,
merasa bagai seorang pangeran ketika bersanding dengan dirimu wahai bidadariku,
_teruntuk istriku_
di kala hati bersedih, memandangnya tersenyum menjadikan kesedihan itu berubah menjadi bahagia,
oh sungguh, beruntung benar diriku ini,
memiliki seorang kekasih dengan cara2 yang di anjurkan agamaku,
dengan cara2 yang baik dan tidak menyakiti orang lain,
bersanding dengan kekasih di pelaminan adalah saat2 indah yang akan ku kenang,
perhatiannya yang tulus dan menyenangkan, membuat hidupku semakin tertata,
melihat kedepan menjadi lebih jelas dan membuat tujuan menjadi terarah,
bahagianya hatiku,
kadang perbedaan memang muncul dan ada,
tapi kesabaran dan kebijakan sebagai seorang suami sesungguhnya di uji,
ingin marah bisa saja, mau teriak juga bisa,
tapi hatiku memilih diam,
berpikir dengan tenang untuk menuntun sang tulang rusuk menjadi lurus dengan cara2 yang halus,
dia akan patah jika aku paksakan, dia pun akan bengkok jika ku biarkan,
pandangannya sangat dalam dan menyejukan,
sentuhannya hangat dan membahagiakan,
oh kekasihku,
dirimu bagaikan bidadari yang di persembahkan untuk mendampingiku,,
bahagianya aku,,
hidup dirumah kontrakan, dengan ukuran kecil pun engkau tak keberatan,
padahal rumah mu yang dulu lebih besar dan bagus,
bersama - sama kita berjuang untuk mencari rumah baru, bersama2 kita mendaki untuk mencapai puncak kehidupan,
terjal memang,
banyak juga jurang,
tapi aku yakin, kebersamaan kita adalah untuk mengharap ridho dari-Nya,
kita pasti bisa wahai kekasihku,
kita pasti bisa,
bissmillah,,,
tiap pagi kau bangunkan diriku untuk bersimpuh di hadapan-Nya,
berdoa berjamaah dalam saf2 yang telah tertata,
terimakasih wahai kekasih,
adanya dirimu membuatku semakin bahagia,
maafkan jika egoku kadang muncul,
memaksakan kepadamu apa yang tak ingin kau lakukan,
kamu yang kadang membantah membuatku berlatih semakin sabar,
diam,
saat ini itulah yang aku lakukan,
aku tak ingin menyakiti mu wahai bidadari yang cantik,
diam bukan berarti aku diam,
diam adalah pilihan ku untuk meluruskan dirimu,
diamku adalah tindakan ku.
dan syukurlah hatimu tak beku, diamku pun bisa meluluhkan dirimu dengan sebuah kata maaf,
kata maaf yang membuat mas mu ini semakin tersenyum,
bidadariku,
terimakasih telah membuat ku bahagia,
mas mu yang biasa ini,
merasa bagai seorang pangeran ketika bersanding dengan dirimu wahai bidadariku,
_teruntuk istriku_
Senin, 20 April 2009
kisah pernikahanku bag.2
"ta'aruf"
,,,,setelah telp itu, aku pun mudik ke rumah di Purbalingga, memang saat aku menelpon adalah saat ketika aku akan mudik, sesampainya di rumah, aku lalu menceritakan semua yang telah aku lalukan kepada bapak dan ibuku, ya dengan sedikit gubahan,, agar ceritanya menjadi menarik dan mereka bersimpati kepada ku,
lama aku menunggu jawaban atas jadwal pertemuan ta'aruf dengan akhwat itu, karena, saat itu adalah awal2 bulan ramadhan, dan kata MR ku, sang akhwat ingin melaksakan ibadah puasa di bulan ramadhan ini dulu,, ya ya,, perjuangan,, aku pun sabar menanti,
dalam kettidakpastian selama satu bulan ramadhan itu, aku malah semakin banyak berdoa untuk terlaksananya keinginanku untuk menikah, dan aku berdoa sekaligus berharap dialah sosok yang terbaik buak diriku,
aku telah berjuang, berusaha, dan berdoa, sekarang setelah ramadhan usai aku hanya menunggu kepastian dari Allah tentang urusanku ini,
benar, seminggu setelah idul fitri, kurang lebih seminggu lah, MR ku memberi kabar bahwa sang akhwat bersedia untuk melanjutkan sampai ke tahap ta'aruf,
alhamdulillah,, saat itu perasaan dalam benak bercampur-aduk, antara bahagia, terkejut, dan beragam perasaan lainnya,,
wah pokoknya gimana,,, gitu,,,
kemudian, dengan di temani MR ku, aku pun beranjak ke tempat akhwat itu menanti kedatangan ku, di suatu sore, dengan sedikit gerimis menyejukan kami, kami berdua mengendarai motor pinjaman dari teman ku si Githa, meluncur ke Condet, ya condet, tempat sang akhwat menanti ku adalah di condet, jalan budaya, di rumah Murabiyah akhwat,
aku ditemani MR bukan karena takut atau malu, tapi karena aku tidak tau jalan ke sana, hehehe alasan,
sampai sana pas menjelang solat isa, aku dan MR ku memutuskan untuk solat dahulu, kasihan sang akhwat, padahal dia sudah menunggu sejak pulang kantor,
lalu kami pun bertemu,
wah,,,,
aku malu, malu banget saat itu,,
pertemuan pertama dengan sang pujaan hati, mukaku bagai udang rebus mungkin, begitu pula dia, ku lihat rona senyum kecil di wajahnya kala pertemuan itu,
dengan sedikit basa basi, MR ku memulai perbincangan di antara kami, aku, akwaht, MR akhwat dan MR ku yang biasa ku sapa dengan panggilan Pak Keri,
aku jadi seorang yang pendiam saat itu, entahlah, lidah ini terasa kelu, bukan karena aku tidak pengin bicara, tapi aku juga tak tahu karena apa, tapi akhirnya prosesi ta'aruf pun berjalan dengan lancar,
dengan melempar pertanyaa2 masing2 yang ingin di ketahui kami melaksanakan ta'aruf,
indah,,,
sungguh sangat indah dan berwibawa,
aku merasa wanita sangat di jaga dan di hormati dalam islam,,
aku bahagia, dapat melakukan prosesi ta'aruf dengan akhwat yang ingin aku kenal, aku mengakui, aku bukanlah seorang ikhwan, aku sadar akan hal itu, setidaknya, aku mencoba cara ini untuk mengurangi hal2 yang di larang islam yaitu pacaran atau mendekati zina,
semoga Allah mengampuni kesalahan2ku,
ya aku merasa beda dengan yang lain, di sini, aku mencari sendiri siapa yang ingin aku nikahi, calon yang aku cari berasal dari instingku sebagai lelaki,, heheh ngeles,
tapi biarlah,,
semoga ini yang terbaik,
amin,,,
seminggu aku menunggu lagi untuk mendapat jawaban pasti dari akhwat itu,
dan seminggu ku lewati dengan banyak memohon yang terbaik dari Yang Maha Kuasa,
alhamdulillah,,,
setelah seminggu itu aku menerima kabar bahagia yang ku tunggu,
aku di terima sang akhwat,,,
^__^
proses selanjutnya adalah aku harus meminang sang akhwat kepada orang tuanya,,,
(bersambung)
,,,,setelah telp itu, aku pun mudik ke rumah di Purbalingga, memang saat aku menelpon adalah saat ketika aku akan mudik, sesampainya di rumah, aku lalu menceritakan semua yang telah aku lalukan kepada bapak dan ibuku, ya dengan sedikit gubahan,, agar ceritanya menjadi menarik dan mereka bersimpati kepada ku,
lama aku menunggu jawaban atas jadwal pertemuan ta'aruf dengan akhwat itu, karena, saat itu adalah awal2 bulan ramadhan, dan kata MR ku, sang akhwat ingin melaksakan ibadah puasa di bulan ramadhan ini dulu,, ya ya,, perjuangan,, aku pun sabar menanti,
dalam kettidakpastian selama satu bulan ramadhan itu, aku malah semakin banyak berdoa untuk terlaksananya keinginanku untuk menikah, dan aku berdoa sekaligus berharap dialah sosok yang terbaik buak diriku,
aku telah berjuang, berusaha, dan berdoa, sekarang setelah ramadhan usai aku hanya menunggu kepastian dari Allah tentang urusanku ini,
benar, seminggu setelah idul fitri, kurang lebih seminggu lah, MR ku memberi kabar bahwa sang akhwat bersedia untuk melanjutkan sampai ke tahap ta'aruf,
alhamdulillah,, saat itu perasaan dalam benak bercampur-aduk, antara bahagia, terkejut, dan beragam perasaan lainnya,,
wah pokoknya gimana,,, gitu,,,
kemudian, dengan di temani MR ku, aku pun beranjak ke tempat akhwat itu menanti kedatangan ku, di suatu sore, dengan sedikit gerimis menyejukan kami, kami berdua mengendarai motor pinjaman dari teman ku si Githa, meluncur ke Condet, ya condet, tempat sang akhwat menanti ku adalah di condet, jalan budaya, di rumah Murabiyah akhwat,
aku ditemani MR bukan karena takut atau malu, tapi karena aku tidak tau jalan ke sana, hehehe alasan,
sampai sana pas menjelang solat isa, aku dan MR ku memutuskan untuk solat dahulu, kasihan sang akhwat, padahal dia sudah menunggu sejak pulang kantor,
lalu kami pun bertemu,
wah,,,,
aku malu, malu banget saat itu,,
pertemuan pertama dengan sang pujaan hati, mukaku bagai udang rebus mungkin, begitu pula dia, ku lihat rona senyum kecil di wajahnya kala pertemuan itu,
dengan sedikit basa basi, MR ku memulai perbincangan di antara kami, aku, akwaht, MR akhwat dan MR ku yang biasa ku sapa dengan panggilan Pak Keri,
aku jadi seorang yang pendiam saat itu, entahlah, lidah ini terasa kelu, bukan karena aku tidak pengin bicara, tapi aku juga tak tahu karena apa, tapi akhirnya prosesi ta'aruf pun berjalan dengan lancar,
dengan melempar pertanyaa2 masing2 yang ingin di ketahui kami melaksanakan ta'aruf,
indah,,,
sungguh sangat indah dan berwibawa,
aku merasa wanita sangat di jaga dan di hormati dalam islam,,
aku bahagia, dapat melakukan prosesi ta'aruf dengan akhwat yang ingin aku kenal, aku mengakui, aku bukanlah seorang ikhwan, aku sadar akan hal itu, setidaknya, aku mencoba cara ini untuk mengurangi hal2 yang di larang islam yaitu pacaran atau mendekati zina,
semoga Allah mengampuni kesalahan2ku,
ya aku merasa beda dengan yang lain, di sini, aku mencari sendiri siapa yang ingin aku nikahi, calon yang aku cari berasal dari instingku sebagai lelaki,, heheh ngeles,
tapi biarlah,,
semoga ini yang terbaik,
amin,,,
seminggu aku menunggu lagi untuk mendapat jawaban pasti dari akhwat itu,
dan seminggu ku lewati dengan banyak memohon yang terbaik dari Yang Maha Kuasa,
alhamdulillah,,,
setelah seminggu itu aku menerima kabar bahagia yang ku tunggu,
aku di terima sang akhwat,,,
^__^
proses selanjutnya adalah aku harus meminang sang akhwat kepada orang tuanya,,,
(bersambung)
Langganan:
Entri (Atom)