Minggu, 22 Februari 2009

hikmah di balik infeksi sudut mulut

Ya gusti,
Cobaan apa ini? Teguran, pertolongan, ataukah peringatan????

Begini ceritanya, sudah sejak tanggal 19 Feb 2009 sampai sekarang tanggal 23 Feb 2009 berarti sudah 5 hari, bibirku ini susah sekali untuk di gunakan,
baik, untuk bicara atau minum, apalagi makan,

aku jadi merenung, kenapa ini bisa terjadi,
kalo di lihat dari sisi medis, ini adalah karena infeksi yang sudah parah yang terjadi akibat luka kecil yang terkena bahan kimia (obat oles untuk sariawan __albo...._) yang mengakibatkan luka menjadi lunak dan karena tidak steril maka menjadi infeksi,
dan itu sudah aku konsultasikan dengan dokter komplek di kantorku, dan alhamdulillah rada baikan, luka menjadi kering, dan rasa sakit sekarang sudah mengurang,
entah karena saraf2nya dah kebal karena sakit yang berhari2 entah karena luka yang mebaik atau karena obat,
yang jelas perasan sudah sidikit membaik, aku bersyukur,,

kalo di lihat dari hati ku,, cie2,,,

maksudnya dari sisi yang lebih religi,
aku merasa ini adalah semacam teguran dari yang Maha Kuasa,

dimana, kadang mulut ku ini sangat susah di jaga, sering melukai atau menyakiti perasaan orang lain, terlau sering menjawab dan meladeni gibah dari temen, atau memulai sendiri, dan banyak hal2 yang kadang menambah timbangan dosa kum

kadang aku bersyukur juga, di beri suatu hal yang menghambat aku melakukan dosa,
aku jadi tersadar,
betapa kuasanya Allah terhadap makhluk lemah seperti aku ini,
hanya dengan hal seperti ini, aku jadi seolah2 tidak berkutik, mau bicara males, mau makan juga males,
tapi aku yakin ini yang terbaik saat ini,

ya aku percaya itu,

dengan bibir sedikit jontor karena luka ini,
aku merenung di depan komputer,

merenungi kejadian2 selama ini,
selama bibirku terluka,

dan aku merasa, aku sedikit sekali bicara akhir2 ini,
bukan karena tidak ingin bicara, juga bukan karena sombong, tapi memang aku sulit bicara,
ya,,
semoga aku dapat mengambil hikmah dari kejadian ini,
amin,,,,,,

1 komentar:

Faiz_Izzudin mengatakan...

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkan, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Alhamdulillah 'ala kulli hal.


^_^